Senin, 12 Juni 2017

simulasi jaringan packet trace

Image
Berikut apa saja fasilitas yang baru di Packet Tracer 5.3
* Improved Linksys models, wireless security
* New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements
* Call Manager Express (VOIP support)
* FTP server and routers/switches -Server and Client
* Email system (SMTP –POP3) -Server and Client
* Improved multiareaOSPF, EIGRP
* BGP–realistic representation of Internet for scenarios
* Generic IP end devices –to create more versatility in device creation
* Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations
Salah satu aspek yang paling berharga dari packet tracer ini adalah kemampuan untuk menjalankan simulasi setelah membangun / mendesain jaringan. Uer dapat membuat sebuah jaringan dan membuat beberapa jaringan yang berbeda skenarionya dalam pengiriman paket dari sumber yang berbeda ke tujuan yang berbeda pula. User-pun dapat menyimpan serta membuka file yang telah dibuatnya itu.
Network devices yang dapat didukung oleh packet tracer antara lain :
  1. Router
  2. Cloud
  3. Switch
  4. Bridge
  5. Repeater
  6. Hub
  7. Wireless
  8. Access Point
  9. PC
  10. Server
Interfaces yang dapat didukung oleh packet tracer antara lain:
1. Ethernet (copper)
2. Fast Ethernet (copper and fiber)
3. Gigabit Ethernet (copper and fiber)
4. Serial
5. Modem
6. Wireless
Bandwidth yang dapat didukung oleh packet tracer yaitu :
  1. 56 Kbps
  2. 128 Kbps
  3. 384 Kbps
  4. 786 Kbps
  5. 1.544 Mbps
  6. 2.048 Mbps

B. Langkah Percobaan
1. Buka program Cisco Packet Tracer
Image 
2.  Percobaan Pertama, ambil dua buah PC-PT yang berada pada End Devices lalu hubungkan kedua PC-PT tersebut menggunakan kabel Cross-Over yang ada pada Connections.
Image 
 3. Konfigurasi masing-masing device, Caranya Double klik PC yang ingin dikonfigurasi –> Config –> FastEthernet.
Image
Atau bisa juga dengan cara berikut
Image
Proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device, pemberian label nama dan sebagainya.
4. Kemudian lakukan proses simulasi untuk memastikan apakah jaringan yang sudah dibuat dapat berjalan dengan baik atau tidak. Sebelum menjalankan proses ini, pastikan bahwa antar device sudah terkoneksi dengan benar, yaitu dengan perintah ping ke device tujuan. Contoh : dari device dengan IP address 192.168.0.1 dilakukan ping ke device tujuan 192.168.0.2. Jika koneksi tersambung dengan baik, akan muncul balasan sebagai berikut :
Langkah-langkah melakukan PING, double klik PC –> Desktop –> Command Prompt.
Image 
5. Percobaan kedua, ambil tiga buah PC pada End Devices dan sebuah HUB. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima. Jangan lupa untuk mengatur IP Address dan Subnet Mask ketiga PC tersebut.
 Image
6. Untuk menjalankan simulasi, klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel. Jenis-jenis paket yang dikirim meliputi paket ARP, Telnet, EIGRP, OSPF, ICMP dan sebagainya.
Namun disini hanya melakukan pengiriman melalui paket ICMP dengan cara klik Edit Filters dan check list ICMP.

 Image

7. Percobaan ketiga, sama seperti percobaan kedua tetapi pada percobaan ini HUB diganti dengan Switch. Ambil 3 buah PC pada End Devices dan sebuah Switch. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima.
Image

Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja.
8. Percobaan keempat, ambil 6 buah PC, satu buah Hub, satu buah Switch, dan tambahkan PDU, kali ini saya menggunakan PC0 sebagai pengirim dan PC5 sebagai penerima. Hubungkan masing-masing device seperti ini.
Image 

9. percobaan kelima menggunakan 12 buah PC dan 5 buah Switch.
Image 
 10. Percobaan keenam, device yang digunakan seperti percobaan 4, tetapi kali ini saya menambahkan PDU lagi pada PC1 dan PC2 dan PC4Imagesebagai penerima.  

Image 
 Pada gambar diatas terjadi Collision karena data dikirim dalam waktu yang bersamaan.

kode beep

Kode Beep AWARD BIOS


NoGejalaDiagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan 
11 beep pendekPC dalam keadaan baik
21 beep panjangProblem di memori
31 beep panjang 2 beep pendekKerusakan di modul DRAM parity
41 beep panjang 3 beep pendekKerusakan di bagian VGA
5Beep terus menerusKerusakan di modul memori atau memori video

Kode Beep AMI BIOS


NoGejalaDiagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan 
11 beep pendekDRAM gagal merefresh
22 beep pendekSirkuit  gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
33 beep pendekBIOS gagal mengakses memori 64KB pertama
44 beep pendekTimer pada sistem gagal bekerja
55 beep pendekMotherboard tidak dapat menjalankan prosessor
66 beep pendekController pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
77 beep pendekVideo Mode error
88 beep pendekTes memori VGA gagal 
99 beep pendekChecksum error ROM BIOS bermasalah
1010 beep pendekCMOS shutdown read/write mengalami errror
1111 beep pendekChache memori error
121 beep panjang 3 beep pendekConventional/Extended memori rusak
131 beep panjang 8 beep pendekTes tampilan gambar gagal

Kode Beep IBM BIOS


NoGejalaDiagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan 
1Tidak ada beepPower supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
21 beep pendekNormal POST dan PC dalam keadaan baik
3beep terus menerusPower supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4Beep pendek berulang-ulangPower supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
51 beep panjang 1 beep pendekMasalah Motherboard
61 beep panjang 2 beep pendekMasalah bagian VGA Card (mono)
71 beep panjang 3 beep pendekMasalah bagian VGA Ccard (EGA)
83 beep panjangKeyboard error
91 beep, blank monitorVGA card sirkuit

urutan kabel fiber optik

Urutan Core Kabel Fiber Optik berdasarkan warna


Struktur kabel Fiber Optik berbeda dengan kabel multipair tembaga, jika pada kabel tembaga dikenal istilah pasangan atau pair, maka pada kabel fiber optik tidak dikenal istilah pasangan atau pair.
Secara umum, struktur kabel Fiber Optik terdiri dari Tube dan Fiber (atau istilah umumnya dilapangan disebut dengan "core").  Pada Tube dan Core untuk mengenali urutan diberi warna yang berbeda.

Sesuai dengan standard TIA/EIA-598 yang dipakai secara internasional, digunakan 12 warna sebagai pengenal urutan, yaitu

No urut
Warna
No Urut
Warna
1
2
3
4
5
6
BIRU
ORANGE
HIJAU
COKELAT
ABU ABU
PUTIH
7
8
9
10
11
12
MERAH
HITAM
KUNING
VIOLET
PINK
TOSKA
Tabel warna yang digunakan untuk urutan Fiber pada kabel Fiber Optik

Untuk menghafal biasanya menggunakan kata kunci "BOHCAP MEHIKUVIPITOS".
Pada setiap tube maksimum berisi 12 fiber atau core, yang dimulai dari warna biru sampai dengan toska, dan setiap kabel maksimum berisi 12 tube, sehingga total dalam satu kabel maksimum berisi 144 fiber atau core.
Suatu kabel Fiber Optik dengan 12 Tube dan setiap tube berisi 12 Fiber Optik, maka warna dan urutan core atau fiber optik adalah sebagai berikut,
Tabel urutan kabel Fiber Optik 144 Fiber/Core.

Misalkan anda ditanya urutan core ke 59, apa warna tube dan apa warna corenya, maka jawabnya
sesuai tabel Tubenya berwarna abu abu dan corenya berwarna pink.
Kalau menggunakan perhitungan matematis, sebagai berikut ;
Tube = 59 : 12 = 4, 999 setiap 4,... atau 4 lebih maka dibulatkan menjadi 5.
warna ke 5 adalah Abu Abu.
Core/Fiber 59 : 12 = 4 sisa 11, maka warna ke 11 adalah Pink.

Misalkan anda ditanya jika Tube berwarna Merah, dan warna Core/Fiber warna orange. 
a. Merah adalah warna ke 7, maka 7-1=6 dan 6 x 12 =72.
b. Orange adalah warna ke 2.
Maka core / fiber tersebut adalah urutan yang ke 72 + 2 = 74.

silahkan coba!!!