Berikut apa saja fasilitas yang baru di Packet Tracer 5.3
* Improved Linksys models, wireless security
* New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements
* Call Manager Express (VOIP support)
* FTP server and routers/switches -Server and Client
* Email system (SMTP –POP3) -Server and Client
* Improved multiareaOSPF, EIGRP
* BGP–realistic representation of Internet for scenarios
* Generic IP end devices –to create more versatility in device creation
* Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations
* Improved Linksys models, wireless security
* New PPPoE, enhanced IPSec, Cable and DSL enhancements
* Call Manager Express (VOIP support)
* FTP server and routers/switches -Server and Client
* Email system (SMTP –POP3) -Server and Client
* Improved multiareaOSPF, EIGRP
* BGP–realistic representation of Internet for scenarios
* Generic IP end devices –to create more versatility in device creation
* Activity Wizard Initial Tree enhancements –more scenario variations
Salah satu aspek yang paling berharga dari packet tracer ini adalah kemampuan untuk menjalankan simulasi setelah membangun / mendesain jaringan. Uer dapat membuat sebuah jaringan dan membuat beberapa jaringan yang berbeda skenarionya dalam pengiriman paket dari sumber yang berbeda ke tujuan yang berbeda pula. User-pun dapat menyimpan serta membuka file yang telah dibuatnya itu.
Network devices yang dapat didukung oleh packet tracer antara lain :
- Router
- Cloud
- Switch
- Bridge
- Repeater
- Hub
- Wireless
- Access Point
- PC
- Server
Interfaces yang dapat didukung oleh packet tracer antara lain:
1. Ethernet (copper)
2. Fast Ethernet (copper and fiber)
3. Gigabit Ethernet (copper and fiber)
4. Serial
5. Modem
6. Wireless
Bandwidth yang dapat didukung oleh packet tracer yaitu :
- 56 Kbps
- 128 Kbps
- 384 Kbps
- 786 Kbps
- 1.544 Mbps
- 2.048 Mbps
B. Langkah Percobaan
1. Buka program Cisco Packet Tracer
2. Percobaan Pertama, ambil dua buah PC-PT yang berada pada End Devices lalu hubungkan kedua PC-PT tersebut menggunakan kabel Cross-Over yang ada pada Connections.
3. Konfigurasi masing-masing device, Caranya Double klik PC yang ingin dikonfigurasi –> Config –> FastEthernet.
Proses konfigurasi merupakan bagian penting dalam susunan jaringan. Proses konfigurasi di masing-masing device diperlukan untuk mengaktifkan fungsi dari device tersebut. Proses konfigurasi meliputi pemberian IP Address dan subnet mask pada interface-interface device, pemberian label nama dan sebagainya.
4. Kemudian lakukan proses simulasi untuk memastikan apakah jaringan yang sudah dibuat dapat berjalan dengan baik atau tidak. Sebelum menjalankan proses ini, pastikan bahwa antar device sudah terkoneksi dengan benar, yaitu dengan perintah ping ke device tujuan. Contoh : dari device dengan IP address 192.168.0.1 dilakukan ping ke device tujuan 192.168.0.2. Jika koneksi tersambung dengan baik, akan muncul balasan sebagai berikut :
Langkah-langkah melakukan PING, double klik PC –> Desktop –> Command Prompt.
5. Percobaan kedua, ambil tiga buah PC pada End Devices dan sebuah HUB. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima. Jangan lupa untuk mengatur IP Address dan Subnet Mask ketiga PC tersebut.
6. Untuk menjalankan simulasi, klik panel simulasi pada menu utama Packet Tracer, akan muncul display Simulation Panel. Jenis-jenis paket yang dikirim meliputi paket ARP, Telnet, EIGRP, OSPF, ICMP dan sebagainya.
Namun disini hanya melakukan pengiriman melalui paket ICMP dengan cara klik Edit Filters dan check list ICMP.
7. Percobaan ketiga, sama seperti percobaan kedua tetapi pada percobaan ini HUB diganti dengan Switch. Ambil 3 buah PC pada End Devices dan sebuah Switch. Tambahkan PDU yang terletak di panel sebelah kanan dan klik di PC pengirim kemudian klik satu kali lagi pada PC penerima.
Perbedaan penggunaan Hub dan Switch, di dalam hub tidak ada proses apa-apa dalam menangani traffic jaringan. Hub hanya mengulang sinyal yang masuk ke seluruh port yang ada pada hub tersebut. Ini akan sangat berbeda dengan switch, di dalam switch setiap port berfungsi juga sebagai suatu bridge. Jika suatu port terhubung dengan suatu device maka secara prinsipal setiap device akan bersifat independen terhadap device lainnya. Perbedaan lainnya lagi adalah bahwa 10/100 ethernet hub hanya bekerja secara half-duplex, ini artinya adalah sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu. Switch mampu bekerja secara full-duplex yang artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Ini semua bisa dilakukan karena switch dapat secara pintar melakukan forward traffic paket data khusus hanya kepada device-device yang terlibat saja.
8. Percobaan keempat, ambil 6 buah PC, satu buah Hub, satu buah Switch, dan tambahkan PDU, kali ini saya menggunakan PC0 sebagai pengirim dan PC5 sebagai penerima. Hubungkan masing-masing device seperti ini.
9. percobaan kelima menggunakan 12 buah PC dan 5 buah Switch.
10. Percobaan keenam, device yang digunakan seperti percobaan 4, tetapi kali ini saya menambahkan PDU lagi pada PC1 dan PC2 dan PC4
sebagai penerima.
sebagai penerima.
Pada gambar diatas terjadi Collision karena data dikirim dalam waktu yang bersamaan.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar